Pengertian dari Gus

Apa Itu GUS dan NING?

Gus dan Ning merupakan sebutan bagi anak keturunan Kiai. Gus untuk putra (anak laki-laki) dari Kiai, Ning (juga disebut Neng) untuk putri beliau (anak perempuan).

Namun tak hanya keturunan Kiayi saja, biasanya santri-santi yang memiliki ilmu dan pemahaman yang lebih mengenai agama Islam juga kerap menyemat panggilan “Gus” atau “Ning”.

Melansir dari Kompasiana, salah seorang Kiayi yang juga seorang “Gus” mengatakan bahwa, terdapat tiga tingkatan “Gus” di dunia ini. Pertama “Gus Nasab”, kedua “Gus Nasib”, dan ketiga “Gus Nusub”.

Seseorang yang memiliki garis keturunan langsung dari ayahnya yang merupakan seorang Kiayi disebut “Gus Nasab”.

Kemudian, “Gus Nasib” adalah seseorang yang beruntung karena memiliki pengetahuan yang tinggi terkait ilmu agama. Biasanya “Gus Nasib” juga dijodohkan langsung dengan putri Kiayi atau yang disebut “Ning”.

Ketiga adalah “Gus Nusub”. Mereka yang masuk dalam kriteria tingkatan ini adalah orang-orang yang berambisi besar. Entah saking terobsesinya ingin menjadi “GUS” atau niatan lain, mereka sengaja “nusub-nusub” (mencari celah untuk masuk) dengan mencari hati di hati para “NING/NENK”.

Informasi diatas juga berlaku sebaliknya untuk sebutan “Ning”. Setiap orang bisa saja dipanggil “Gus” begitu juga dengan sebutan “Ning”. Namun, seorang Gus dan Ning tetap harus dihormati dan di ta’dzimi oleh para santri karena merupakan dzurriyah (keturunan) dari pengasuh Pesantren.

Sumber Artikel